PENINGKATAN KESUBURAN PERAIRAN LAUT ARAFURA DAN SEKITARNYA PASCA SIKLON TROPIS LAM

Authors

  • Eko Susilo Balai Penelitian dan Observasi Laut Jl. Baru Perancak, Negara, Jembrana, Bali
  • Sri Hadianti Balai Penelitian dan Observasi Laut Jl. Baru Perancak, Negara, Jembrana, Bali

Keywords:

Kesuburan Perairan, Laut Arafura, Siklon LAM

Abstract

Siklon tropis merupakan fenomena atsmosfer yang ditandai muncul tekanan udara rendah yang memicu terjadinya angin yang kencang akibat proses perpindahan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang. Dampak siklon tropis sangat dirasakan oleh daerah pesisir dan daratan baik berupa meningkatnya curah hujan, bencana banjir hingga kerusakan infrastruktur. Namun siklon tropis menjadi salah satu faktor yang pemicu terjadinya pengadukan vertikal dan upwelling yang menyebabkan meningkatnya kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan di Laut Arafura dan sekitarnya pasca terjadinya siklon tropis LAM yang menerjang perairan Arafura dan pantai Queensland Australia pada tanggal 19 Februari 2015. Hasil analisis data konsentrasi klorofil-a komposit 8 harian satelit Aqua Modis menunjukkan daerah yang dilalui oleh siklon tropis LAM mengalami peningkatan kesuburan namun dengan respon yang berbeda pada masing-masing area pengamatan. Nilai konsentrasi klorofil-a sebelum terjadi siklon berkisar antara 0,71 mg/m3 -  0,76 mg/m3 dan mengalami peningkatan hingga 5 kali lipat pada kisaran 3,72 mg/m3 dan 4,15 mg/m3. Jeda waktu peningkatan kesuburuan bervariasi dari beberapa hari (A1, A2 dan A4) hingga selang 2 minggu (A3) pasca siklon LAM. Sedangkan berdasarkan data Global High Resolution Sea Surface Temperature (GHRSST), suhu permukaan laut mengalami penurunan tertinggi mencapai 1,14oC dalam kurun waktu 2-3 hari pasca siklon tropis LAM, khususnya pada area A3 yang merupakan lokasi terjadinya siklon dewasa sebelum bergerak memasuki daratan.

References

Asrianti P, Bey A, Ilhamsyah Y. 2013. Kajian beberapa karakteristik siklon tropis (kasus topan Choiwan dan Nida di lautan Pasifik Utara bagian barat). Depik, 2(3): 154-161.

Bureau of Meteorology. 2015. Severe Tropical Cyclone Lam Northern Territory Regional Office. Di akses 8 April 2015, dari http://www.bom.-gov.au/announcements/sevwx/nt/nttc20150217.shtml

Haryani NS, Zubaidah A. 2012. Dina-mika Siklon Tropis di Asia Teng-gara Menggunakan Data Pengin-deraan Jauh. Widya, 29 (324):54-58.

Suryantoro A. 2008. Siklon Tropis di Selatan dan Barat Daya Indonesia dari Pemantauan Satelit TRMM dan Kemungkinan Kaitannya dengan Gelombang Tinggi dan Puting Beliung. Majalah Sains dan Tekno-logi Dirgantara 3(1):21-32.

Tjasyono BHK. 2004. Klimatologi. Ban-dung: Institut Teknologi Bandung.

Wang G Ling Z, Wang C. 2009. Influence of tropical cyclones on se-asonal ocean circulation in the South China Sea. Journal of Geophysical Research (114):1-9.

Widiani N. 2012. Identifikasi Kejadian Siklon Tropis di Perairan Sekitar Indonesia dari Observasi Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measu-ring Mission) dan Kaitannya dengan Curah Hujan. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian.

Ye HJ, Sui Y, Tang DL, Afanasyev YD. 2013. A subsurface chloro-phyll a bloom induced by typhoon in the South China Sea. Journal of Marine Systems (128):138–145.

Zhao H, Tang DL, Wang D. 2009. Phytoplankton blooms near the Pe-arl River Estuary induced by Typhoon Nuri. Journal of Geo-physical Research (114):1-9.

Zhao H, Tang DL, Wang Y. 2008. Comparison of phytoplankton blooms triggered by two typhoons with different intensities and trans-lation speeds in the South China Sea, Mar. Ecol. Prog. Ser., (365):57– 65.

Published

13-10-2022

How to Cite

Susilo, E., & Hadianti, S. (2022). PENINGKATAN KESUBURAN PERAIRAN LAUT ARAFURA DAN SEKITARNYA PASCA SIKLON TROPIS LAM. JURNAL SAIN DAN TEKNOLOGI, 10(1), 1–9. Retrieved from https://jst-ftik.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/19